Setiap pekerjaan yang saya lakukan didunia ini saat bersamanya harus dituntut cepat dan tepat agar hasilyang diperoleh nanti dapat maksimal dan memuaskan bagi diri saya dan orang lain, semua yang beliau ucapkan merupakan trik dan tips agar dapat memperoleh kepuasan yang dari kegiatan yang saya lakukan baik itu hal yang berat maupun yang bersifat biasa-biasa aja, terkadang ucapan yang keluar dari mulut beliau berisi sindiran yang diolah dan dikeluarkan dalam bentuk ucapan yang lucu jadi orang yang mendengarnya tidak langsung tersinggung namun cemohan itu dapat dinikmati orang banyak, namun terkadang dia terlihat kasar dan suka marah-marah didepan kami saat melakukan aktifitas, orang menganggapnya sebagai tukang marah tetapi dimata keluarga kami menilainya sebagai sosok yang tegas dan disiplin dalam melakukan aktifitas sehari-hari ,oleh karena itu ketegasannya membuat ia dikenal sebagai sosok yang beda dan dikagumi oleh masyarakat. Sejalan dengan perkembangan waktu umur beliau semakin bertambah dan tubunya semakin rentang saja lagi-lagi ia tetap menjadi sosok yang patut dikagumi karena sikapnya tadi walaupun sudah tua semangatnya tidak kalah dengan orang yang muda hal itu dibuktikan oleh dalam beraktifitas dia masih sangat aktif dan kaum muda nampaknya kalah dengan semangat yang dimiliki beliau tersebut.
Hingga tiba saat itu dimana beliau akan pergi untuk selamanya, waktu itu setelah melaksanakan sholat subuh seperti biasa beliau pergi untuk bekerja di sawah miliknya yang menjadi kebiasaanya setiap hari yang dapat membuat hatinya senang apabila telah melakukannya denga memakai pakaian yang biasa ia kenakan sambil membawa sebila parang untuk memotong rumput dan sebagai alat untuk jaga dirinya dari gangguan binatang buas dan sebagainya, lalu beliau berangkat kesawah sesampainya disana beliau mengitari sawah miliknya sambil memeriksa keadaannya apakah tanaman padinya subur atau mengalami gangguan setelah mengitarinya dan memeriksanya beliau lalu membersihkan pakaian yang dipakainya disekitar saluran air yand ada disekitar sawahya tersebut tiba-tiba beliau tidak enak badan dan terus menerus merasa kesakitan lalu kesadarannya mulai hilang, seorang petani melihatnya dan berusa mengobatinya beberapa kali dia mencoba namun doa yang dia bacakan tidak dapat memulihkan keadaanya seperti semula akhirnya diputuskan untuk membawanya pulang kerumah dengan menggunakan motor mungkin karena beliau sudah tidak tahan dengan derita yang dirasakannya lalu beliau berhenti dirumah anaknya yang perempuan dan beristirahat disana,namun tidak lama kemudian beliau menghembuskan nafas terakhirnya di sana, orang-orang yang ada disekitarnya semua menagisi kepergiannya,tidak ada kata yang terucap kecuali teriakan ketidak percayaan melihat ini terjadi. Aku sempat melihat wajah beliau wajahnya tampak tersenyum dan bercahaya seakan dia sudah menunggu momen itu,namun sampai saat ini beliau terus diingat sebagai sosok yang tegar dan pekerja keras.
Dengan semua ini kita dapat memetik hikmah bahwa “orang yang baik akan terus dikenang kebaikannya bila i sudah mati dan sebaliknya tanpa membawa apa-apa kecuali sepotong kain kafan yag melekat pada tubuhya dan dunia ini hanya tempat persinggahan, tempat yang sebenarnya telah menanti kita semua dan semua kembali kepada kita apa sudah siap atau belum namun saat itu akan datang”.