Lewati navigasi

Hari itu adalah hari dimana aku dan beliau bersama dalam suatu aktifitas rutin yang dilakukan dalam kesehrian seorang petani  yang memanfaatkan waktunya untuk mencari nafka di sawah guna menghidupi keluarga yag dimilikinya yang pantang menyerah dalam situasi yang  tidak bershabat dengan kondisi tubunya dia tetap bangkit dan berusaha tetap tegar dalam menjalani aktifitasnya karena beliau selalu mengingat keluarga yang dimilikinya. Aku merupakan mahluk yang baru lahir dan tidak terlalu tahu apa yang terjadi selama aku masih dikandung badan yang dengan percaya diriku menentang dan tidak mempedulikan apa yang beliau katakan padaku dengan alasan yang  tidak patut diutarakan dalam pembahasan masalah ini, alasan yang sangat tidak berarti dibanding apa yang ingin dimasukkan oleh beliau yaitu “cape” yang terlintas dalam pikiran ku dan dengan sengaja keluar dari mulutku yang bertujuan memberi tahukan kepada beliau agar berhenti menyuruhku dalam ikut beraktifitas bersamanya, hal ini bertujuan untuk membuat aku menjadi disiplin dan mampu melakukanan kegiatan diwaktu kecil agar dapat terbiasa kerja keras saat dewasa nanti sehingga tidak membuat orang susah lagi, awalnya perkataan itu tidak dipedulikan oleh beliau dan ia terus melanjutkan kegiatannya sambil memanggil saya kembali untuk beraktifitas bersamanya namun rasa jengkel hinggap dihatiku, akibatnya  perkataan beliau yang kedua tidak saya pedulikan lagi dan menganggapnya sebagai nyanyian disore hari yang  didengarkan saat orang ingin beristirahat . berulang kali beliau memaggilku namun nyanyian itu semakin merdu saja yang membut aku ingin tidur saja, walaupun demikian  beliau tidak jengkel dan marah kepadaku padahal  kalua dipikirkan itu sudah membuat kita sangat marah dan kesal , bagaimana tidak orang kita akan ajak  untuk kebaikan  tidak mempedulikan kita dan hanya menganggap sebagai hembusan angin saja, yang bila kita terkena  akan terasa nyaman dan menenangkan, tidak tahu kenapa beliau tidak mengeluarkan emosi yang dirasakannya kepadaku akibat perbuatanku kepanya itu , namun lama kelamaan aku pun ikut bergabung dengannya dalam beraktifitas, apakah ini yang dimaksud kesabaran dalam mendidik seseorang yang kita sukai dan tidak memiliki keterbatasan yang diukur dari rumus dan fungsi yang dibuat oleh manusia di bumi ini dan hanya bisa diukur dengan perbuatan yang dilakuka oleh orang yang menjalaninya sendiri dan Allah SWT yang maha mengetahui segala sesuatu yang ada dibumi ini karena dialah penciptnya.

Melalui semua ini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga dalam hidup ini yaitu  dalam menjalani kehidupan ini kita dituntut untuk bersabar dalam melakukan aktifitas agar sesuatu yang kita kerjakan dapat kita rasakan manfaatnya  dan tidak terburu-buru yang dapat berakibat fatal bagi kita sendiri akibat ketidaksabaran yang kita punya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.