Lewati navigasi

Kamis, 31 Desmber  2009, tepatnya  pukul 20.00 WITA,dimulailah penyusunan kegiatan yang mencoba untuk  menyambut tahun Baru yang sangat meriah,mulai  dari perencaaan tempat,teman,dan kondisi , yang dapat membuat tahun baru nanti akan makin meriah, satu persatu teman saya ajak untuk mengikuti kegiatan yang saya rencanakan sambil memikirkan tempat  yang akan dituju,namun satu persatu teman yang saya ajak tidak ada  yang mau ikut, karena mereka mempunyai kegiatan masing-masing, walaupun sedikit kecewa namun saya mengerti itu adalah hak mereka. Namun ada beberapa teman saya yang kebetulan tidak mempunyai kegiatan jadi mereka ikut gabung dengan kegiatan yang saya rencanakan.

Setelah kami berkumpul di salah satu tempat tinggal yang dihuni salah satu temanku,lalu  timbul masalah yaitu tidak ada persetujuan tentang tempat yang akan dituju, selama tiga jam kami memikirkannya, tiba-tiba salah seorang temanku mulai gelisah dan berkata” masa tahun baru dirumah aja?”. Tidak lama kemudian terengar suara letusan-letusan dari luar rumah kami semua menyangka bahwa  perayaan pergantian tahun baru sudah dimulai,lalu saya menoleh kearah jam dan melihat ternyata jam masih menunjukkan pukul  23:30 WITA,ternyata orang yang tiinggal disekitar rumah teman saya sudah tidak tahan ingin sekali memulai acara pembakaran kembang api. Tidak tunggu lama kami lalu keluar dan kami semua terpikirkan  untuk ke Pantai Losari, baru beberapa Km kami berangkat hujan pun turun dan kami terpaksa berhenti untuk berteduh, kami melihat lebih banyak percikan api dari kembang api yang dinyalakan warga yang menghiasi langit dimalam pergantian tahun baru ini, hujan pun berhenti dan kami melanjutkan perjalanan disepanjang jalan kami melihat banyak percikan api yang menghiasi lagit, karna banyak warga yang ingin menikmati pergantian tahun sehingga mengakibatkan macet disepanjang  jalan ,sampai ke Pantai  Losari antrian kendaraan makin panjang, karena kondisi tersebut kami lalu membatalkan rencana kami dan menggantinya untuk kelilig saja,pergantian tahun baru telah selesai  dan semua orang-orang bergembira dan bersuka ria melupaka semua masalah yang telah dialaminya selama tahun yang lalu da mencoba menyongsong tahun yang baru ini dengan lebih baik lagi serta berharap bisa lebih baik di tahun yang akan datang. Kami semua pun keliling mengikuti arah naluri yang membawa kami semua ketempat yang jauh dari keramaian,semakin lama semakin sunyi dan kami sadar bahwa kami telah tersesat disuatu tempat yang jauh dari lokasi perkotaan yang membuat kami  tidak tahu lagi mau kemana, maklum saja kami semua pendatang baru di tempat ini yang ingin mencari ilmu dan mewujudkan cita-cita  kami yang telah kami rangkai dan idamkan sejakl ama. Seorang teman saya marah karena menganggap sayalah yang mengakibatkan semua  ini terjadi karena saya yang berada di barisan depan dan sebagai penunjuk arah,  aku idak menyangka akan seperti ini yang aku tahu daerah itu sudah aku kenal jadi saya terus-terus aja tau-taunya nyasar . didaerah tempat kami nyasar sangat sepi dan gelap karena malam semakin larut dan kami belum keluar dari masalah itu, sebagai tubusan dari kesalahanku saya memberikan diri untuk menjadi pemimpin untuk yang kedua untuk menunjukkan jalan keluar,setelah memutar beberapakali kahirnya kami bisa keluar dari daerah tersebut hatiku pun lega,malam yang ingin dinikmati untuk bersenang-senang malah menjadi sesuatu yang membuat aku menjadi takut,tegang,dan sedikit merasa bersalah, namun semua itu saya jadikan sebagai bahan pembelajaran dimasa yang akan datang  agar tidak merasa serba tahu terhadap sesuatu yang  masih baru.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.